Sosiologi Agama Bahas Agama dan Lingkungan Hidup

Sosiologi Agama Bahas Agama dan Lingkungan Hidup

Gorontalo, 12 Oktober 2022 – Program Studi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Tanggung Jawab Agama terhadap kelest

arian alam” pada Selasa (11/10). Acara  yang digelar secara offline dan online dihadiri oleh sekitar 100 peserta, yang terdiri dari mahasiswa Prodi SA dan peserta online dari berbagai daerah di Indonesia.

Seminar nasional ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai tanggung jawab agama dalam menjaga kelestarian alam sebagai salah

 

satu upaya untuk mempertahankan keberlangsungan hidup manusia di bumi ini. Seminar nasional ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Andries Kango, M.Ag dan dihadiri oleh sejumlah pakar dan praktisi lingkungan hidup.

 

Dalam seminar nasional ini, terdapat tiga pemateri yang membahas tema tersebut dari berbagai sudut pandang. Pemateri pertama adalah Ahmad Khoirul Fata, Dosen Sosiologi Agama IAIN Gorontalo, yang membahas tentang perspektif agama dalam menjaga kelestarian alam. Pemateri kedua adalah Parid Ridwanuddin, MA dari Walhi, yang membahas tantangan dan solusi dalam menjaga kelestarian alam di Indonesia. Pemateri ketiga adalah Dr. Izzuddin dari IAIN Cirebon, yang membahas konsep tasawuf dan psikoterapi dalam menjaga kelestarian alam.

 

Ketua Program Studi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Momy A. Hunowu, M.Si., menyampaikan bahwa seminar nasional ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang tanggung jawab agama dalam menjaga kelestarian alam. “Seminar ini sangat penting untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan hidup manusia di bumi ini,” ujarnya.

Seminar nasional ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara peserta dan pemateri yang diharapkan dapat memberikan gagasan dan pemikiran baru bagi peserta untuk menjaga kelestarian alam. Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab setiap individu, khususnya para pemuda, dalam menjaga kelestarian alam. (AA)

Dekan FUD Sambut Baik Kuliah Pakar Yang Digelar Sosiologi Agama

Dekan FUD Sambut Baik Kuliah Pakar Yang Digelar Sosiologi Agama

Gorontalo, 17 September 2022 – Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo mengadakan kuliah pakar dengan tema Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial Berbasis Nilai-nilai Keislaman & Keindonesiaan pada Jumat (16/09). Kuliah tersebut dihadiri oleh mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas Ushuluddin & Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo. Ketua Prodi Sosiologi Agama Dr. Momy A Hunowu, MSI menyampaikan sambutan pembuka dalam acara tersebut. Ia menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di IAIN Sultan Amai Gorontalo. Dr. Momy A Hunowu mengatakan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan ilmu-ilmu sosial dan sangat penting untuk diperhatikan dalam konteks kehidupan sosial-politik di Indonesia saat ini. Selain itu, Dekan Fakultas Ushuluddin & Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Andries Kango, M.Ag juga memberikan sambutan dalam acara tersebut. Dr. Andries Kango menyatakan bahwa kegiatan kuliah pakar ini merupakan upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di IAIN Sultan Amai Gorontalo. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan agar mahasiswa dapat terus berinovasi dalam pengembangan ilmu-ilmu sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Kegiatan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari peserta dan para narasumber. Diharapkan kegiatan kuliah pakar ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu-ilmu sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan di Indonesia. Tema yang diangkat pada kuliah pakar tersebut adalah Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial Berbasis Nilai-nilai Keislaman & Keindonesiaan. Narasumber dalam kuliah pakar tersebut adalah Yusuf Rahman, MA, Ph.D selaku Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Yusuf Rahman menyampaikan materi tentang pengembangan ilmu-ilmu sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, yang merupakan hal yang sangat penting untuk dikembangkan dalam memperkuat jati diri bangsa Indonesia di era globalisasi. Selain itu, dalam acara tersebut juga terdapat moderator dari pihak penyelenggara, yakni Ahmad Khoirul Fata selaku Dosen Sosiologi Agama IAIN Gorontalo. Ahmad Khoirul Fata membantu memandu jalannya kuliah pakar dan juga memfasilitasi diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. (AKF)

Kuliah Pakar, Prodi Sosiologi Agama Undang Dekan UIN Jakarta

Kuliah Pakar, Prodi Sosiologi Agama Undang Dekan UIN Jakarta

Gorontalo, 17 September 2022 – Program Studi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo mengadakan kuliah pakar dengan tema Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial Berbasis Nilai-nilai Keislaman & Keindonesiaan pada Jumat (16/09). Kuliah tersebut dihadiri oleh mahasiswa dan dosen Fakultas Ushuluddin & Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Narasumber pada kuliah pakar ini adalah Yusuf Rahman, MA, Ph.D (Dekan Fak Ushuluddin UI

N Syarif Hidayatullah Jakarta) yang memberikan paparan mengenai pengembangan ilmu-ilmu sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya memadukan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dalam pengembangan ilmu-ilmu sosial agar mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

 

Menurut Yusuf Rahman, keislaman dan keindonesiaan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ia mengatakan bahwa nilai-nilai Islam memiliki keterkaitan yang erat dengan budaya dan nilai-nilai Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan ilmu-ilmu sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan diharapkan mampu memberikan solusi atas berbagai masalah sosial dan politik yang dihadapi bangsa Indonesia.

 Kuliah pakar tersebut dipandu oleh moderator Ahmad Khoirul Fata, Dosen Sosiologi Agama IAIN Gorontalo. Ia memandu diskusi antara narasumber dengan peserta kuliah pakar. Diskusi berlangsung lancar dan peserta aktif bertanya serta memberikan pandangan terhadap tema yang dibahas. Peserta kuliah pakar menyambut baik tema yang diangkat dan memberikan apresiasi atas kesempatan untuk mendengarkan paparan dari narasumber yang kompeten. Mereka berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus diadakan dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu-ilmu sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan di Indonesia. (AKF)

Dosen Prodi Sosiologi Agama Menjadi Dosen Tamu di UIN Alauddin

Dosen Prodi Sosiologi Agama Menjadi Dosen Tamu di UIN Alauddin

Gorontalo, 9 September 2022

Dosen Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo, Sunandar Macpal, MA, menjadi dosen tamu di Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar pada 8 September 2022. Sunandar memberikan materi seputar kondisi sosial budaya masyarakat perbatasan, khususnya masyarakat Sangihe di perbatasan Indonesia-Filipina.

Dalam kesempatan tersebut, Sunandar banyak membahas tentang kondisi masyarakat Sangihe dan bagaimana kondisi sosial budayanya di perbatasan Indonesia-Filipina. Ia menyampaikan hasil penelitiannya yang telah banyak dilakukan terhadap masyarakat perbatasan, khususnya Sangihe.

“Saya sangat senang dapat berbagi pengalaman dan hasil penelitian saya kepada mahasiswa dan dosen di UIN Alauddin Makassar. Kondisi sosial budaya masyarakat perbatasan, terutama di Sangihe, sangat menarik untuk diteliti dan diungkapkan,” ujar Sunandar dalam kuliah tamu tersebut.

Sunandar juga mengungkapkan harapannya agar kerjasama antara IAIN Sultan Amai Gorontalo dan UIN Alauddin Makassar dapat terus ditingkatkan melalui kegiatan akademik dan penelitian yang saling mendukung. Ia berharap pengalaman yang telah ia bagikan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan dosen di UIN Alauddin Makassar serta dapat memperkuat jaringan akademik dan penelitian antara kedua institusi.

Kaprodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Momy A Hunowu, M.Si, memberikan apresiasi yang tinggi atas prestasi dari dosen prodi Sosiologi Agama, Sunandar Macpal, MA, yang menjadi dosen tamu di Prodi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar pada 8 September 2022.

“Kami sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh Pak Sunandar Macpal. Selain sebagai dosen yang kompeten di prodi kami, beliau juga telah membawa nama baik IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam kegiatan akademik di luar kampus,” ujar Dr. Momy A Hunowu.

Dr. Momy A Hunowu juga menyatakan bahwa keberhasilan Sunandar Macpal sebagai dosen tamu di UIN Alauddin Makassar akan menjadi motivasi bagi seluruh dosen dan mahasiswa di prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk terus mengembangkan kemampuan dan prestasi di bidang akademik dan penelitian.

“Kami berharap prestasi seperti ini dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di prodi kami, serta membuka peluang untuk kerjasama yang lebih luas di bidang akademik dengan institusi-institusi lain,” tambahnya. (AKF)

 

HMJ Sosiologi Agama Gelar Pelatihan Menulis Karya Ilmiah

HMJ Sosiologi Agama Gelar Pelatihan Menulis Karya Ilmiah

 

 

Gorontalo – 26 Agustus 2022

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah untuk mahasiswa Prodi Sosiologi Agama. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 25 Agustus 2022, berlangsung di Aula Fakultas IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Pelatihan ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Prodi Sosiologi Agama, dan diberikan oleh dua pemateri yang ahli di bidangnya, yakni Donald Qomaidiansyah Tungkagi, MA dan Andi Oktami Ayu AA., M.Si. Keduanya merupakan dosen di Prodi Sosiologi Agama.

Dalam pelatihan karya tulis ilmiah ini, para pemateri memberikan berbagai tips dan trik dalam menulis karya tulis ilmiah yang baik dan benar. Mereka juga memberikan panduan tentang teknik penulisan, pengolahan data, serta cara menyajikan hasil penelitian secara akademis dan profesional.

Kegiatan ini disambut positif oleh seluruh mahasiswa Prodi Sosiologi Agama, karena pelatihan tersebut dianggap sangat bermanfaat bagi mereka dalam menyelesaikan tugas akhir dan penulisan karya ilmiah di masa depan. HMJ Sosiologi Agama berharap bahwa kegiatan semacam ini dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan akademik di Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo. (AKF)

Dosen Prodi. Sosiologi Agama Terlibat Pembentukan Ranperda Kab. Bolaang Mongondow Selatan

Dosen Prodi. Sosiologi Agama Terlibat Pembentukan Ranperda Kab. Bolaang Mngondow Selatan

Gorontalo, 25 Maret 2022 – Dosen Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo, Sunandar Macpal, MA terlibat dalam tim pembuatan naskah akademik dan Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Beberapa naskah akademik dan Ranperda yang disusun antara lain tentang Mars dan Hymne Kabupaten Bolsel, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, dan cadangan pangan Pemda Kabupaten Bolsel.

Sunandar Macpal, MA mengatakan bahwa keterlibatannya dalam tim ini adalah untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Saya merasa senang bisa terlibat dalam pembuatan naskah akademik dan Ranperda ini. Saya berharap dengan adanya naskah akademik dan Ranperda yang baik, dapat membantu menciptakan regulasi yang efektif dan berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Bolsel,” ujarnya.

Dekan Fak. Ushuluddin & Dakwah, IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Andries Kango, M.Ag menyambut baik keterlibatan dosen Prodi Sosiologi Agama dalam pembuatan naskah akademik dan Ranperda Kabupaten Bolsel. Ia berharap hal ini dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Perguruan tinggi harus bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. Kami sangat mengapresiasi keterlibatan dosen Prodi Sosiologi Agama dalam pembuatan naskah akademik dan Ranperda Kabupaten Bolsel. Kami berharap keterlibatan ini dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya untuk turut serta dalam membangun daerah,” tutup Dr. Andries. (AKF)

Nikah Beda Agama Berpotensi Menciptakan Konflik Rumah Tangga

Nikah Beda Agama Berpotensi Menciptakan Konflik Rumah Tangga

Gorontalo – 1 Februari 2022.

Nikah beda agama masih menjadi topik yang kontroversial di masyarakat. Berbagai pendapat pro dan kontra masih sering terdengar terkait dengan hal ini. Lalu, apa sebenarnya yang menjadi sebab-sebab seseorang memilih untuk menikah dengan pasangan dari agama yang berbeda? Untuk membahas ini Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo Bersama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman, Bogor, menggelar webinar bertema “Nikah Beda Agama Perspektif Agama dan Sosial” pada Senin (31/01/2022).

Dalam webinar tersebut yang bertindak sebagai pemateri adalah Donald Qomaidiansyah Tungkagi MA (Dosen) dan seorang mahasiswa SA, Zulkifli Datu. Sementara dari STAI Nurul Iman Bogor yang menjadi pemateri adalah Dr. Abdul Azis dan Dr. Ali Mutakin.

Menyampaikan materi tentang fenomena nikah beda agama di kalangan anak muda, Zulkifli Datu menyatakan bahwa salah satu sebab utama yang membuat seseorang memilih untuk menikah beda agama adalah karena faktor cinta. Hal ini terjadi ketika dua orang jatuh cinta tanpa memandang perbedaan agama yang mereka miliki. Dalam hal ini, mereka memilih untuk mengikuti keinginan hati mereka dan tidak mempermasalahkan perbedaan agama yang mereka miliki.

“Cinta itu buta dan cinta mengatasi perbedaan menjadi pegangan mereka,” ujar Zulkifli Datu.

Sementara itu Donald Qomaidiansyah Tungkagi, MA menjelaskan, meski terdapat fenomena nikah beda agama, namun masih banyak masyarakat yang menolaknya. Penolakan itu didasarkan pada keyakinan yang berbeda. “Mereka merasa bahwa perbedaan agama dapat menjadi penghambat dalam membangun hubungan yang harmonis,” jelas Donald.

Lebih lanjut Donald menjelaskan, konflik yang muncul dari perbedaan agama dan kepercayaan bisa menjadi sangat kompleks dan memakan waktu untuk diselesaikan. Kondisi ini dapat mempengaruhi kebahagiaan dan kesejahteraan pasangan, terutama jika mereka tidak memiliki pendekatan yang sama dalam menghadapi masalah ini. (AKF)

Sosiologi Agama Gelar Webinar Pernikahan Beda Agama

Sosiologi Agama Gelar Webinar Pernikahan Beda Agama

 

Gorontalo, 1 Februari 2022

Prodi Sosiologi Agama (SA), IAIN Sultan Amai Gorontalo, bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman, Parung, Bogor, menggelar webinar nasional bertema “Nikah Beda Agama dalam Perspektif Agama & Sosial” pada Senin (31/01/2022). “Tema ini diambil karena dilatarbelakangi oleh maraknya isu pernikahan antar agama akhir-akhir ini,” ujar Ketua Prodi Sosiologi Agama, Momy A. Hunowu, M.Si dalam sambutannya.

Lebih lanjut dijelaskan, secara agama jelas wanita muslimah haram menikah dengan pria yang beragama lain, namun pada kenyataannya ada banyak orang yang tetap melakukannya. “Kita ingat dulu ada Jamal Mirdad, ada juga Dedi Corbuzer. Dan saat ini beberapa orang menuntut pengesahan nikah beda agama,” ujarnya.

Sementara itu, saat membuka webinar Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Dr. Andries Kango, M.Ag menyatakan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan webinar tersebut. Dikatakan, FUD telah melakukan MoU dengan pimpinan STAI Nurul Iman Bogor dan kemudian ditindaklanjuti oleh Prodi Sosiologi Agama (SA) IAIN Sultan Amai Gorontalo Bersama Prodi Ahwalus Syahsyiyah STAINI dengan membuat webinar nasional tentang pernikahan antar agama.

“Dua prodi yang berbeda bidang keilmuan bekerjasama membahas satu isu, yaitu pernikahan beda agama. Ini bisa memperkaya perspektif kita tentang tema ini. Akademisi STAINI membahas aspek hukum Islam. Sementara dari SA membahas dari aspek sosial budaya. Ini sangat menarik,” jelas Dekan FUD tersebut.

Dalam webinar bertema “Nikah Beda Agama dalam Perspektif Agama dan Sosial” itu, pihak STAINI menghadirkan Dr. Abdul Azis dan Dr. Ali Mutakin yang mengkaji tema tersebut dari aspek agama. Sementara Prodi Sosiologi Agama menugaskan Donald Qomaidiansyah Tungkagi, MA dan Zulkifli Datu yang membahas aspek sosial dan budaya. Donald Qomaidiansyah merupakan dosen Prodi SA dan Zulkifli Datu adalah mahasiswa Sosiologi Agama. (AKF)

Awal Tahun, Tim Borang Sosiologi Agama Sosialisasikan LED Sementara

 

Awal Tahun, Tim Borang Sosiologi Agama Sosialisasikan LED Sementara

Pada tanggal 31 Januari 2022, tim penyusun borang akreditasi Prodi Sosiologi Agama telah mensosialisasikan hasil sementara penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) ke jajaran pimpinan fakultas ushuluddin dan dakwah di lingkungan fakultas tersebut. Kehadiran tim borang lengkap dengan dosen home base sosiologi agama telah memudahkan proses penyusunan LED tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Dekan Dr. Andries Kango, M.Ag beserta para wakil dekan,  ketua-sekretaris jurusan di lingkungan fakultas, dan perwakilan HMJ Sosiologi Agama. Dr. Andries Kango, M.Ag menyampaikan apresiasinya atas kerja keras tim penyusun borang dan berharap agar tugas tersebut dapat selesai sebelum Maret. Dekan juga yakin bahwa Prodi Sosiologi Agama dapat naik peringkat mengingat persiapan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, ketua tim penyusun borang, Sunandar Macpal, M.A, menyatakan optimis pihaknya dapat menyelesaikan tugas sesuai target yang telah ditetapkan dan membawa naik peringkat Prodi Sosiologi Agama.

“Karena selama ini kita sudah bekerja menggerakkan Sosiologi Agama dengan lebih baik, insya Allah akreditasi kali ini kita akan naik peringkat,” ujarnya mantap.

Dalam penyusunan LED, tim penyusun borang telah melakukan evaluasi diri terhadap Prodi Sosiologi Agama dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan program studi tersebut. LED tersebut akan menjadi dasar bagi pihak akreditasi untuk menilai dan mengevaluasi Prodi Sosiologi Agama.

Dengan penyusunan LED yang dilakukan dengan baik, diharapkan Prodi Sosiologi Agama dapat memenuhi standar akreditasi yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa Prodi Sosiologi Agama. (AKF)

 

Sosiologi Agama Gelar Webinar Hamka Perspektif Warisan Pertahanan

Sosiologi Agama Gelar Webinar Hamka Perspektif Warisan Pertahanan

Gorontalo – 25 Januari 2022

Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerjasama dengan Defense Heritage Jakarta dan Program Magister Pendidikan IPS Uhamka Jakarta mengadakan webinar nasional dengan tema “Hamka dalam Perspektif Warisan Pertahanan Bangsa Indonesia”. Acara webinar ini berlangsung pada tanggal 24 Januari 2022.

Webinar ini dihadiri oleh peserta dari mahasiswa Prodi. Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo, mahasiswa Magister Pendidikan IPS Uhamka, dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia. Pemateri dalam acara webinar ini adalah Dr. Ahmad Khoirul Fata, Dosen Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Hj. Suswandari, dari UHAMKA Jakarta, dan Dr. Jeanne Francoise, Direktur Defense Heritage.

Dalam paparannya, Dr. Ahmad Khoirul Fata membahas tentang pemikiran politik Hamka dan nilai-nilai luhur yang diwariskan Hamka. Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Suswandari membahas tentang kontribusi Hamka dalam pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Dr. Jeanne Francoise, sebagai Direktur Defense Heritage, memberikan perspektif dari segi kebudayaan dan sejarah bangsa Indonesia.

Dr. Ahmad Khoirul Fata juga menjelaskan tentang peran Hamka sebagai sosok yang memiliki kepekaan terhadap masalah-masalah sosial di Indonesia, termasuk masalah pertahanan dan keamanan. Beliau menekankan bahwa kontribusi Hamka tidak hanya dalam bidang agama dan sastra, tetapi juga dalam membangun kesadaran nasionalisme dan persatuan bangsa.

Prof. Dr. Hj. Suswandari juga menambahkan bahwa Hamka telah banyak berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan agama. Pemikiran-pemikirannya yang bersifat holistik dan menyeluruh, membuatnya diakui sebagai tokoh pendidikan yang memiliki visi yang jauh ke depan.

Sementara itu, Dr. Jeanne Francoise memaparkan tentang pentingnya menjaga warisan pertahanan bangsa Indonesia dalam konteks globalisasi. Kita harus memahami bahwa kekayaan dan keunikan warisan budaya dan sejarah bangsa merupakan salah satu modal penting dalam membangun kekuatan dan kedaulatan bangsa.

Dengan adanya kegiatan webinar ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran Hamka dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, serta menjaga keberlangsungan warisan pertahanan bangsa. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi ajang kolaborasi antar lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat dalam memajukan ilmu pengetahuan dan memperkaya wawasan keislaman dan keindonesiaan. (AKF)