[PENGUMUMAN]
Selamat kepada mahasiswa(i) Jurusan Sosiologi Agama yang lolos dan selamat bergabung dalam Team Riset Sosiologi Agama Tahun 2024–
.
#iainsultanamaigorontalo #sosiologiagama #sosiologiagamaiaingorontalo
Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN SMART
[PENGUMUMAN]
Selamat kepada mahasiswa(i) Jurusan Sosiologi Agama yang lolos dan selamat bergabung dalam Team Riset Sosiologi Agama Tahun 2024–
.
#iainsultanamaigorontalo #sosiologiagama #sosiologiagamaiaingorontalo
Gorontalo – Mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo meraih juara umum dalam Lomba Menulis Resensi Buku yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.
4 mahasiswa dari IAIN Sultan Amai Gorontalo yang meraih juara yakni Fitri Ayu Ramadan Jurusan Hukum Keluarga Islam sebagai Juara 1 kategori Video Blog, Putri Amalia R. Ibrahim dari Jurusan Hukum Keluarga Islam sebagai Juara 2 kategori Resensi, Muhammad Firdaus Dukalang dari Perbankan Syariah sebagai Juara 3 kategori Resensi dan salah satunya yang merupakan mahasiswa dari Jurusan Sosiologi Agama bernama Sintia Hamani sebagai Juara 3 Video Blog.
Selamat kepada mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo atas pencapaian luar biasa ini. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo khususnya Jurusan Sosiologi Agama untuk meraih prestasi.

GORONTALO – Donald Qomadiasyah Tungkagi, dosen Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo dinyatakan lulus seleksi Instruktur Nasional Penguatan Moderasi Beragama. Donald mengikuti pelatihan yang dilaksanakan dua segmen secara berkelanjutan. Segmen I dari 11-16 Mei 2024 di kampus Pusdiklat Ciputat. Segmen II berlangsung dari 17-20 Mei pada Hotel Grand Mercure Kemayoran di Jakarta.
Seleksi yang diikuti Donald merupakan rangkaian dari pelaksanaan Seleksi Instruktur Nasional yang cukup ketat. Tercatat ada 1.325 peserta yang mendaftar, namun yang masuk tahapan wawancara hanya 76 peserta, hingga tahap akhir yang lolos hanya 60 peserta.
“Alhamdulillah, bisa lulus sebagai peserta pelatihan instruktur nasional Penguatan Moderasi Beragama. Ini suatu keberkahan yang luar biasa, saya bisa masuk menjadi bagian dari 60 orang instruktur nasional yang berhasil mengikuti pelatihan,” ungkapnya.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusdiklat Tenaga Teknis Kementerian Agama RI. Peserta yang lulus mengikuti pelatihan berasal dari berbagai kementerian, lembaga/ormas keagamaan, perguruan tinggi, ormas kepemudaan, madrasah, pesantren, dan masyarakat umum.
“Kegiatan ini diikuti oleh para akademisi, tokoh agama, anggota ormas, birokrat, dan lain-lain,” ujar Donald yang juga fasilitator Rumah Moderasi Beragama IAIN Gorontalo.
Saat ini penguatan moderasi beragama memasuki tahap perluasan sasaran ke kementerian/lembaga dan ormas keagamaan. Kementerian Agama melalui Balitbang Diklat membuka pendaftaran calon Instruktur Nasional moderasi beragama secara terbuka sejak 18-27 April 2024.
Pelatihan Instruktur Nasional tahun ini mengundang dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Para pendaftar diutamakan dari 18 kementerian dan lembaga yang diamanahkan Perpres nonor 58 tahun 2023 tentang Sekretariat Bersama Moderasi Beragama.
Donald Tungkagi berharap dengan adanya program ini mampu mengejawantahkan nilai-nilai moderasi beragama di akar rumput demi kemaslahatan umat beragama di Indonesia. (*)

Donald Qomaidiasyah Tungkagi, M.A dosen dari Jurusan Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Sultan Amai Gorontalo resmi dilantik jadi Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus PP Gerakan Pemuda (GP) Ansor periode 2024-2029 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2024).
Pelantikan tersebut dibacakan langsung oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
GP Ansor adalah sebuah badan otonom yang berada di bawah organisasi Nahdlatul Ulama NU. GP Ansor merupakan sebuah gerakan kepemudaan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan keagamaan yang berwatak kerakyatan.
Sebagaimana arahan Ketum PP GP Ansor, Adin Jauharuddin, kader Ansor dapat menjadi supporting system yang terbaik bagi program-program yang dijalankan oleh pemerintahan.
“Saya berharap menjadi supporting system tersebut demi memajukan IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi lebih baik lagi”.


sa-fud.iaingorontalo.ac.id, Gorontalo – Sebagai wujud kompetensi dosen, selain melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar, dosen juga dituntut untuk melakukan penelitian dan pengabdian. Selain itu dosen juga diharapkan mampu menciptakan inovasi dan meningkatkan kekayaan intelektual. Salah satu upaya untuk menciptakan kekayaan intelektual tersebut adalah dengan menulis dan menerbitkan buku.
Hal ini pula yang menjadi pemicu bagi Dr. Mashadi, M.Si, Dosen Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk melaksanakan tuntutan profesi tersebut dengan menulis dan menerbitkan buku.
Buku yang berjudul: Sinkretisme Islam dalam Ritual Hileiya (Upacara Kematian Etnik Gorontalo) merupakan karya penulis dari latar belakang Antropologi Agama. Buku ini diserahkan kepada Ketua Jurusan Sosiologi Agama sebagai bentuk deposit karya ilmiah bagi Jurusan Sosiologi Agama.
Diharapkan pula sebagai bentuk motivasi kepada seluruh dosen terutama di lingkungan Jurusan Sosiologi Agama untuk lebih produktif lagi, khususnya dalam proses menulis dan menerbitkan buku agar kekayaan intelektual yang dimilik Jurusan Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo dapat meningkat.
JOIN OUR TEAM!
Kesempatan untuk mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama mendapat pengalaman dan menambah sesuatu yang berarti untuk menantang diri dan mempelajari keterampilan baru dengan project penelitian menarik dengan Jurusan Sosiologi Agama.
Topik penelitian :
Persyaratan Umum:
Kirim dokumen persyaratan ke macpal@iaingorontalo.ac.id
*Batas pengiriman dokumen 5 Juni 2024
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi Jurusan Sosiologi Agama

sa-fud.iaingorontalo.ac.id, Gorontalo – Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) IAIN Sultan Amai Gorontalo menyelenggarakan kuliah dosen tamu bertema “Nilai-Nilai Agama dan Etika Sipil” pada hari rabu (8/5/2024) melalui virtual.
Kegiatan kuliah dosen tamu ini menghadirkan dosen dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) yakni Dr. Kartini Kamurazzaman.
Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa jurusan sosiologi agama, dosen-dosen dari jurusan sosiologi agama dan ketua jurusan sosiologi agama. Dalam kegiatan kuliah dosen tamu ini tidak hanya menambah pengetahuan baru, tetapi juga menjadi momen untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan antara para ahli dan generasi sosiolog masa depan.
Dosen tamu memaparkan materi dengan lugas dan menarik, diselingi dengan contoh kasus dan tanya jawab. Hal ini membuat suasana diskusi menjadi interaktif dan peserta pun antusias mengikuti acara.
Kegiatan kuliah dosen tamu ini merupakan salah satu bukti komitmen Jurusan Sosiologi Agama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan bekal pengetahuan yang memadai bagi para mahasiswa.
Dengan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni, diharapkan para mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo dapat menjadi sosiolog yang siap berkontribusi bagi perkembangan kemajuan etika sipil.
Oleh: Aluiya S. Kiman
Alumni Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo
Sejak kemunculannya, virus Corona (Covid-19) ini ditanggapi beragam respons di masyarakat, khususnya Indonesia. Sebagian mulai berhati-hati dengan menerapkan pola hidup sehat, tetapi lebih banyak yang tidak peduli dan terkesan meremehkan; bahkan menjadikan virus ini sebagai bahan candaan. Bukan hanya masyarakat biasa, pejabat-pejabat pun banyak yang meremehkan keberadaan virus ini dan tidak melakukan persiapan maupun antisipasi munculnya wabah ini. Bahkan ketika Covid-19 mulai menyebar dengan cepat ke berbagai daerah dan beberapa negara telah menutup akses keluar masuk, pemerintah dan warga masih terkesan santai dan kurang melakukan tidakan pencegahan terhadap virus ini.
Sebenarnya, orang-orang yang bersikap masa bodoh atau tidak peduli dengan kemunculan virus Corona jumlahnya lebih sedikit daripada orang yang peduli dengan pencegahan virus ini. Tetapi, ketidakpedulian mereka itulah yang kemudian mempercepat penyebaran virus. Orang-orang dalam kelompok ini biasanya adalah orang-orang yang merasa dirinya kebal dan menganggap bahwa sains tidak sepenuhnya benar.
Ketidakpastian, kebingungan, dan keadaan darurat yang diakibatkan oleh virus Corona dapat menjadi problem bagi banyak orang. Ketidakpastian dalam mengetahui kapan wabah akan berakhir membuat banyak pihak terutama golongan menengah ke bawah bingung dan cemas memikirkan nasib mereka. Untuk mengurangi kecemasan di masyarakat, sudah sepatutnya kita melakukan berbagai hal untuk terus merawat optimisme masyarakat di tengah pandemi ini. Masyarakat yang masih mampu mencukupi kebutuhan hidupnya banyak yang meningkatkan kepeduliannya dengan berkontribusi untuk membantu mereka yang kurang mampu dengan cara melakukan penggalangan dana, melakukan donasi dan lain sebagainya, guna memperkuat rasa kepedulian antar sesama warga masyarakat indonesia. Serta yang terpenting adalah mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan sebagai bentuk pertahanan diri sendiri dalam hal menjaga kesehatan. (***)
Oleh: Donald Q. Tungkagi, M.A
Pernahkah kita bertanya mengapa Tuhan mengizinkan kita berbuat dosa? Dalam perenungan acapkali kita terkejut saat sadar Tuhan sendiri yang menciptakan setan. Bahkan ketika setan menolak mengikuti perintah Tuhan untuk menghormati Adam, toh Tuhan juga yang memberi izin setan sampai hari akhir untuk menggoda kita. Jika direnungi, setan sebenarnya membuktikan bahwa manusia tidak seperti malaikat yang tak memiliki kehendak bebas. Keberhasilan setan menggoda Adam dan Hawa menjadi bukti bahwa dalam diri manusia terhadap dua pilihan jalan, keburukan dan kebaikan. “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS, asy-Syams: 8-10).
Kebebasan adalah sebuah anugerah Tuhan kepada manusia. Menjawab pertanyaan mengapa manusia dikaruniai kebebasan itu, membutuhkan permenungan dan kertas tak berbatas untuk menyingkapnya. Cukuplah dikatakan bahwa alasan tentang kebebasan ini tak lain adalah realisasi dari status manusia sebagai wakil Tuhan di muka bumi (Khalîfah fil ardhi). Kebebasan adalah esensial bagi kreatifitas dan evolusi spiritual kita. Kalau kita tidak diberi kebebasan, kita akan mengikuti jalan yang tak terhindari yang dibimbing oleh naluri kebinatangan. Kalau kita tidak mempunyai keragu-raguan, kita akan tetap berada dalam posisi kita sebagai hewan tak berakal, laksana semut, kerbau, kambing dan monyet.
Kehendak bebas dan kebebasan memilih yang disertai dengan kelemahan, kebingungan, dan perhatian sebagaimana adanya, akan menggugah kita untuk berkonsentrasi, berpikir, memutuskan dan bergerak. Dengan demikian kesemuanya itu adalah sarana dari evolusi dan kemajuan yang luar biasa yang dimiliki oleh manusia, jika dibandingkan dengan binatang. Akal, persepsi, kehendak, dan moralitas adalah akibat dari kehendak bebas dan kebebasan. Kebebasan adalah hadiah Tuhan kepada khalifah-Nya di muka bumi, manusia. Siapapun yang tidak menggunakan kebebasan, ia salah karena pengkhianatannya yang terbesar terhadap penciptaan. (***)