Dosen Prodi Sosiologi Agama Uji Disertasi Mahasiswa UNHAS

Dosen Sosiologi Agama Uji Disertasi Mahasiswa UNHAS

Gorontalo, 28 Oktober 2022

Dosen Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Mashadi, M.Si, menjadi penguji disertasi mahasiswa S3 Antropologi Universitas Hasanuddin Makassar, Samsi Pomalingo, pada Jumat 28 Oktober 2022, di FISIP Unhas. Samsi Pomalingo meneliti dinamika gerakan Islam di Gorontalo dalam disertasi yang berjudul “Gerakan Kelompok Islam: Kontestasi Relasi Keagamaan di Gorontalo”.

Dalam disertasinya, Samsi Pomalingo mengkaji dinamika gerakan Islam di Gorontalo dan kontestasi relasi keagamaan yang terjadi di daerah tersebut. Disertasi tersebut merupakan hasil penelitian yang mendalam dan telah melalui proses pengujian seperti yang ditetapkan Unhas.

Dr. Mashadi sendiri merupakan salah satu ko-promotor dari promovendus tersebut, sedangkan ko-promotor lainnya adalah Dr. Muhammad Basir, MA. dan Promotor utama adalah Prof Nurul Ilmi Idrus, Ph.D.

Penunjukan Dr. Mashadi sebagai ko-promotor tersebut didasari oleh pertimbangan bahwa dosen Sosiologi Agama itu banyak meneliti sosio-religi masyarakat Gorontalo.

Sebagai penguji disertasi, Dr. Mashadi memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membangun dan kritis pada promovendus serta memberikan saran-saran untuk pengembangan penelitian selanjutnya. Dr. Mashadi juga memberikan apresiasi terhadap hasil penelitian Samsi Pomalingo yang telah memberikan kontribusi penting dalam mengembangkan ilmu antropologi dan kajian gerakan Islam di Gorontalo.

Proses penguji disertasi ini berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh sejumlah dosen dan mahasiswa FISIP Unhas serta dosen dan mahasiswa dari luar kampus. (AKF)

Agamawan Bertanggung Jawab Terhadap Kelestarian Alam

Agamawan Bertanggung Jawab Terhadap Kelestarian Alam

Gorontalo, 12 Oktober 2022

Sejumlah pakar dan praktisi lingkungan hidup memberikan paparan mengenai tanggung jawab agama terhadap kelestarian alam dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada Selasa (11/10).

Tiga pemateri diundang untuk memberikan paparan terkait tema seminar nasional, yaitu Ahmad Khoirul Fata, Dosen Sosiologi Agama IAIN Gorontalo, Parid Ridwanuddin, MA dari Walhi, dan Dr. Izzuddin dari IAIN Cirebon.

Pemateri pertama, Ahmad Khoirul Fata, Dosen Sosiologi Agama IAIN Gorontalo, membahas perspektif agama dalam menjaga kelestarian alam. Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa banyak agama di dunia mengajarkan untuk menjaga dan merawat

alam semesta sebagai amanah dari Tuhan. Oleh karena itu, tanggung jawab agama terhadap kelestarian alam sangat penting untuk dipahami dan dilaksanakan oleh umat manusia.

Pemateri kedua, Parid Ridwanuddin, MA dari Walhi, membahas tantangan dan solusi dalam menjaga kelestarian alam di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun sayangnya masih banyak terjadi kerusakan lingkungan dan ekosistem yang menjadi masalah serius bagi kelestarian alam. Ia juga memberikan beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan, seperti melakukan aksi nyata dan memperjuangkan hak lingkungan hidup.

Pemateri ketiga, Dr. Izzuddin dari IAIN Cirebon, membahas konsep tasawuf dan psikoterapi dalam menjaga kelestarian alam. Ia mengungkapkan bahwa tasawuf dan psikoterapi dapat membantu individu untuk menemukan keseimbangan dalam hidup dan mengembangkan sikap yang lebih bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam.

Ketiga paparan para pemateri tersebut mendapat sambutan yang baik dari peserta seminar. Mereka menganggap materi paparan yang diberikan sangat penting untuk memberikan pemahaman dan wawasan yang lebih luas mengenai tanggung jawab agama terhadap kelestarian alam. Para peserta seminar pun berharap, paparan tersebut dapat dijadikan sebagai pijakan dalam pengelolaan lingkungan alam.

Sosiologi Agama Bahas Agama dan Lingkungan Hidup

Sosiologi Agama Bahas Agama dan Lingkungan Hidup

Gorontalo, 12 Oktober 2022 – Program Studi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Tanggung Jawab Agama terhadap kelest

arian alam” pada Selasa (11/10). Acara  yang digelar secara offline dan online dihadiri oleh sekitar 100 peserta, yang terdiri dari mahasiswa Prodi SA dan peserta online dari berbagai daerah di Indonesia.

Seminar nasional ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai tanggung jawab agama dalam menjaga kelestarian alam sebagai salah

 

satu upaya untuk mempertahankan keberlangsungan hidup manusia di bumi ini. Seminar nasional ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Andries Kango, M.Ag dan dihadiri oleh sejumlah pakar dan praktisi lingkungan hidup.

 

Dalam seminar nasional ini, terdapat tiga pemateri yang membahas tema tersebut dari berbagai sudut pandang. Pemateri pertama adalah Ahmad Khoirul Fata, Dosen Sosiologi Agama IAIN Gorontalo, yang membahas tentang perspektif agama dalam menjaga kelestarian alam. Pemateri kedua adalah Parid Ridwanuddin, MA dari Walhi, yang membahas tantangan dan solusi dalam menjaga kelestarian alam di Indonesia. Pemateri ketiga adalah Dr. Izzuddin dari IAIN Cirebon, yang membahas konsep tasawuf dan psikoterapi dalam menjaga kelestarian alam.

 

Ketua Program Studi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Momy A. Hunowu, M.Si., menyampaikan bahwa seminar nasional ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang tanggung jawab agama dalam menjaga kelestarian alam. “Seminar ini sangat penting untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan hidup manusia di bumi ini,” ujarnya.

Seminar nasional ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara peserta dan pemateri yang diharapkan dapat memberikan gagasan dan pemikiran baru bagi peserta untuk menjaga kelestarian alam. Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab setiap individu, khususnya para pemuda, dalam menjaga kelestarian alam. (AA)