Agamawan Bertanggung Jawab Terhadap Kelestarian Alam
Gorontalo, 12 Oktober 2022
Sejumlah pakar dan praktisi lingkungan hidup memberikan paparan mengenai tanggung jawab agama terhadap kelestarian alam dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada Selasa (11/10).
Tiga pemateri diundang untuk memberikan paparan terkait tema seminar nasional, yaitu Ahmad Khoirul Fata, Dosen Sosiologi Agama IAIN Gorontalo, Parid Ridwanuddin, MA dari Walhi, dan Dr. Izzuddin dari IAIN Cirebon.
Pemateri pertama, Ahmad Khoirul Fata, Dosen Sosiologi Agama IAIN Gorontalo, membahas perspektif agama dalam menjaga kelestarian alam. Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa banyak agama di dunia mengajarkan untuk menjaga dan merawat
alam semesta sebagai amanah dari Tuhan. Oleh karena itu, tanggung jawab agama terhadap kelestarian alam sangat penting untuk dipahami dan dilaksanakan oleh umat manusia.
Pemateri kedua, Parid Ridwanuddin, MA dari Walhi, membahas tantangan dan solusi dalam menjaga kelestarian alam di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun sayangnya masih banyak terjadi kerusakan lingkungan dan ekosistem yang menjadi masalah serius bagi kelestarian alam. Ia juga memberikan beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan, seperti melakukan aksi nyata dan memperjuangkan hak lingkungan hidup.
Pemateri ketiga, Dr. Izzuddin dari IAIN Cirebon, membahas konsep tasawuf dan psikoterapi dalam menjaga kelestarian alam. Ia mengungkapkan bahwa tasawuf dan psikoterapi dapat membantu individu untuk menemukan keseimbangan dalam hidup dan mengembangkan sikap yang lebih bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam.
Ketiga paparan para pemateri tersebut mendapat sambutan yang baik dari peserta seminar. Mereka menganggap materi paparan yang diberikan sangat penting untuk memberikan pemahaman dan wawasan yang lebih luas mengenai tanggung jawab agama terhadap kelestarian alam. Para peserta seminar pun berharap, paparan tersebut dapat dijadikan sebagai pijakan dalam pengelolaan lingkungan alam.
