Academics from the Department of Sociology of Religion Conduct Drug Abuse Education at School

Academics from the Department of Sociology of Religion Conduct Drug Abuse Education at School
Andi Oktami Dewi Artha Ayu Purnama, M.Si, a lecturer at the Department of Sociology of Religion at IAIN Sultan Amai Gorontalo, together with her students Desriyanti Abdullah and Parman Kaani, conducted a community service activity at SDN 3 Pulubala, Kab. Gorontalo. The activity was in the form of drug abuse education with the theme “School Shines (Clean from Drugs)” in collaboration with the National Narcotics Agency of Gorontalo Regency (04/3/2023).
During the activity, Andi Oktami delivered a lecture on the dangers of drug abuse and its impact on individuals and society. She also discussed ways to prevent drug abuse, including building positive relationships with family and friends, finding hobbies and interests, and seeking professional help if necessary.
Desriyanti Abdullah, one of the participating students, stated, “This activity has been an eye-opener for me, as I now understand the severe consequences of drug abuse. I hope that our efforts can help create a drug-free and safer environment for the children at SDN 3 Pulubala.”
The activity received positive feedback from the school principal, who expressed gratitude towards Andi Oktami and her team for their dedication to educating the community about the dangers of drug abuse. (AKF)
Kuliah Lapangan, Mahasiswa Sosiologi Agama Kunjungi Masjid, Gereja dan Vihara
Gorontalo, 15 Januari 2023 – Mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, mengikuti kuliah lapangan matakuliah Antropologi Agama di bawah bimbingan Dr. Mashadi, M.Si.
Dalam kuliah lapangan ini, mahasiswa diberikan tugas untuk mengunjungi dan mengamati tempat-tempat ibadah di Kota Gorontalo, seperti masjid Baiturrahim, vihara, dan gereja-gereja, serta mewawancarai tokoh-tokoh setempat. Tugas ini dilaksanakan pada periode November 2022 hingga Januari 2023. Di sana mereka belajar mengenal sejarah, sistem kepercayaan, dan ritual-ritual di setiap agama yang dikunjungi.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti kuliah lapangan ini adalah Nurtia Kango, ia merasa senang dengan tugas ini karena ia dapat belajar langsung tentang keberagaman agama di Kota Gorontalo. “Saya sangat senang dapat mengikuti kuliah lapangan ini karena dapat melihat dan mempelajari langsung keberagaman agama di Kota Gorontalo,” ujar Nurtia Kango.
Awaludin Hubu, mahasiswa lainnya, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan untuk memperdalam pengetahuannya tentang agama di Kota Gorontalo. “Saya merasa bersyukur dapat mengikuti kuliah lapangan ini karena dapat memperdalam pengetahuan saya tentang agama di Kota Gorontalo dan dapat bertemu dengan tokoh-tokoh setempat,” kata Awaludin Hubu.
Dalam kuliah lapangan ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh setempat yang memiliki peran penting dalam agama di Kota Gorontalo. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat memahami lebih dalam tentang agama dan kepercayaan yang ada di kota tersebut.
Dr. Mashadi, M.Si, selaku dosen pembimbing kuliah lapangan ini mengungkapkan, “Kuliah lapangan ini bertujuan agar mahasiswa dapat memahami secara langsung tentang keberagaman agama di Kota Gorontalo. Dengan mengunjungi tempat-tempat ibadah dan bertemu dengan tokoh-tokoh setempat, mahasiswa dapat memperdalam pemahaman mereka tentang agama dan kepercayaan di daerah ini.”
Diharapkan dengan kuliah lapangan ini, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang agama dan kepercayaan di Kota Gorontalo dan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. (AKF)
Penelitian Mahasiswa Sosiologi Agama dan PUSPOL: Perempuan Berperan Aktif Membangun Desa
Penelitian Mahasiswa Sosiologi Agama dan PUSPOL: Perempuan Berperan Aktif Membangun Desa
Bone Bolango, 3 Desember 2022
Sebanyak 16 mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo terlibat dalam penelitian bertema “Peran Perempuan dalam Pembangunan Desa di Kab. Bone Bolango” pada November 2022. Mereka adalah Agilriadi Mantali, Muh. Iksan Darise, Muh. Niswan, Syahira Paputungan, dan Sri Rahmatia Hadju serta beberapa mahasiswa lainnya yang terpilih untuk bergabung dalam program penelitian ini.
Penelitian ini merupakan program dari Pusat Studi Sosial dan Politik (PUSPOL) yang dipimpin oleh Hendra Yasin, MA. sebagai direktur. Dalam penelitian ini, PUSPOL bertujuan untuk meneliti sejauh mana peran perempuan dalam pembangunan desa di Kab. Bone Bolango dan bagaimana pandangan masyarakat setempat terhadap keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa.
Dalam pemaparan hasil penelitian di kantor Bappeda Kab. Bone Bolango (3/12/2022), Hendra Yasin, MA. selaku direktur Pusat Studi Sosial dan Politik (PUSPOL), mengatakan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang peran perempuan dalam pembangunan desa di Kab. Bone Bolango. “Melalui penelitian ini, kami ingin memperkuat pandangan bahwa keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa di Bone Bolango sangatlah penting dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Hendra.
Dalam penelitian yang dilakukan pada tanggal 19-30 November 2022 dengan metode stratified multistage random sampling, ditemukan fakta bahwa sebanyak 76,3 persen masyarakat Bone Bolango setuju perempuan terlibat aktif dalam pembangunan desa. Hendra menjelaskan, keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa di Bone Bolango memang telah terjadi, ini bisa dilihat dari banyaknya perempuan yang menjadi aparatur desa. Selain itu, banyak pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan penggerak kegiatan masyarakat di desa seperti tempat pengajian, majlis taklim atau taman pendidikan al-Qur’an yang diinisiasi oleh perempuan.
Melalui penelitian ini, PUSPOL berharap dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang peran perempuan dalam pembangunan desa di Kab. Bone Bolango dan menggali lebih dalam lagi potensi perempuan dalam memajukan desa. Selain itu, melibatkan mahasiswa sebagai peneliti juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mempraktikkan ilmu yang telah mereka pelajari di kampus dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu sosial dan politik di Indonesia. (AKF)
Jelang Pemilu 2024, Mahasiswa Sosiologi Agama Lakukan Survei
Jelang Pemilu 2024, Mahasiswa Sosiologi Agama Lakukan Survei
Bone Bolango, 6 November 2022
Mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo terlibat dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Curva Survey Indonesia (CSI) pada bulan November 2022. Survei tersebut bertujuan untuk meneliti “Persepsi dan Perilaku Masyarakat Menjelang Pemilu Serentak di Kab. Bone Bolango 2024”.
Sebanyak 16 mahasiswa Sosiologi Agama terlibat sebagai peneliti lapangan (surveyor) untuk mengumpulkan data penelitian di beberapa kecamatan di Kab. Bone Bolango. Mereka adalah Adrian Amantu, Farhan Abaidata, Sesilia Alifta Kapele, Rahman A. Ismail, dan Gustiyawati Pilomange serta beberapa mahasiswa lainnya yang terpilih untuk bergabung dalam proyek survei ini.
CSI merupakan lembaga survei yang fokus pada dinamika masyarakat di bidang politik dan sosial. Dalam survei ini, CSI memilih untuk melibatkan mahasiswa Sosiologi Agama sebagai peneliti lapangan dengan tujuan untuk memberikan pengalaman langsung dalam melakukan survei, apalagi mereka juga telah belajar matakuliah Sosiologi Politik di kelas Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Ketika ditanya alasan memilih para mahasiswa Sosiologi Agama, Direktur CSI, Hendra Yasin, MA. mengatakan, “Kami berharap melalui proyek survei ini, mahasiswa Sosiologi Agama dapat belajar dan mempraktekkan ilmu yang mereka pelajari di kampus. Selain itu, kami juga berharap proyek survei ini dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang persepsi dan perilaku masyarakat terhadap pemilu serentak di Kab. Bone Bolango pada tahun 2024.”
Dengan melibatkan mahasiswa sebagai peneliti lapangan, diharapkan survei ini dapat memberikan data yang akurat dan lebih representatif terhadap persepsi dan perilaku masyarakat dalam menyambut pemilu serentak di Kab. Bone Bolango pada tahun 2024.
Hendra Yasin juga menjelaskan, selain terlibat dalam survei tentang perilaku masyarakat jelang Pemilu 2024, para mahasiswa Sosiologi Agama itu juga dilibatkan dalam survei tentang peran publik perempuan di Kab. Bone Bolango. “Mereka telah mengenal medan Bone Bolango, jadi sekalian kami libatkan juga dalam survei lainnya,” jelas Hendra. (AKF)
Nikah Beda Agama Berpotensi Menciptakan Konflik Rumah Tangga
Nikah Beda Agama Berpotensi Menciptakan Konflik Rumah Tangga
Gorontalo – 1 Februari 2022.
Nikah beda agama masih menjadi topik yang kontroversial di masyarakat. Berbagai pendapat pro dan kontra masih sering terdengar terkait dengan hal ini. Lalu, apa sebenarnya yang menjadi sebab-sebab seseorang memilih untuk menikah dengan pasangan dari agama yang berbeda? Untuk membahas ini Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo Bersama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman, Bogor, menggelar webinar bertema “Nikah Beda Agama Perspektif Agama dan Sosial” pada Senin (31/01/2022).
Dalam webinar tersebut yang bertindak sebagai pemateri adalah Donald Qomaidiansyah Tungkagi MA (Dosen) dan seorang mahasiswa SA, Zulkifli Datu. Sementara dari STAI Nurul Iman Bogor yang menjadi pemateri adalah Dr. Abdul Azis dan Dr. Ali Mutakin.
Menyampaikan materi tentang fenomena nikah beda agama di kalangan anak muda, Zulkifli Datu menyatakan bahwa salah satu sebab utama yang membuat seseorang memilih untuk menikah beda agama adalah karena faktor cinta. Hal ini terjadi ketika dua orang jatuh cinta tanpa memandang perbedaan agama yang mereka miliki. Dalam hal ini, mereka memilih untuk mengikuti keinginan hati mereka dan tidak mempermasalahkan perbedaan agama yang mereka miliki.
“Cinta itu buta dan cinta mengatasi perbedaan menjadi pegangan mereka,” ujar Zulkifli Datu.
Sementara itu Donald Qomaidiansyah Tungkagi, MA menjelaskan, meski terdapat fenomena nikah beda agama, namun masih banyak masyarakat yang menolaknya. Penolakan itu didasarkan pada keyakinan yang berbeda. “Mereka merasa bahwa perbedaan agama dapat menjadi penghambat dalam membangun hubungan yang harmonis,” jelas Donald.
Lebih lanjut Donald menjelaskan, konflik yang muncul dari perbedaan agama dan kepercayaan bisa menjadi sangat kompleks dan memakan waktu untuk diselesaikan. Kondisi ini dapat mempengaruhi kebahagiaan dan kesejahteraan pasangan, terutama jika mereka tidak memiliki pendekatan yang sama dalam menghadapi masalah ini. (AKF)
Civitas Akademika Sosiologi Agama Bantu Korban Banjir LImboto Barat
Civitas Akademika Sosiologi Agama Bantu Korban Banjir LImboto Barat
Pada tanggal 4 April 2021, civitas akademika Jurusan Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo yang diwakili Sekretaris Jurusan, Sunandar Macpal, MA., bersama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama yang dipimpin oleh sekretarisnya, Citra Poliyama, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini berupa pemberian bantuan sembako dan pakaian layak pakai untuk masyarakat yang terdampak banjir.
Banjir terjadi setelah hujan lebat turun beberapa hari di wilayah Limboto Barat, yang sebenarnya merupakan langganan banjir setiap tahun. Kondisi tersebut membuat masyarakat setempat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok dan perlengkapan yang layak.

Sekretaris HMJ Sosiologi Agama, Citra Poliyama, mengatakan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa dan dosen Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Limboto Barat. “Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir dan membantu mereka untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Sambutan positif juga datang dari masyarakat korban bencana yang diwakili oleh Idris Kone. Idris Kone mengucapkan terima kasih kepada dosen dan mahasiswa Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo yang telah memberikan bantuan sembako dan pakaian layak pakai kepada mereka yang terdampak banjir. “Kami merasa sangat terbantu dan terharu dengan kepedulian dan kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo,” ujarnya. Ia berharap agar kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini dapat terus dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. (AKF)
Akademisi Sosiologi Agama Bina Pesantren di Molamahu
Akademisi Sosiologi Agama Bina Pesantren di Molamahu

Gorontalo, 20 Maret 2019
Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Momy A. Hunowu, M.Si dan dua mahasiswanya, Ismet Hasan dan Agista Mamonto, telah sukses melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di pondok pesantren Raudlatul Khairaat di desa Molamahu kecamatan Pulubala pada 19 Maret 2019. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama antara Prodi Sosiologi Agama dengan Yayasan Pendidikan Islam Abu Harun pada Januari 2019.
Menanggapi kegiatan ini, Ketua Yayasan Abu Harun, H. Djafar Harun H., menyatakan apresiasi dan kebahagiaannya. “Kami sangat senang melihat antusiasme dan semangat para mahasiswa Sosiologi Agama dalam membantu masyarakat setempat. Kami berharap kerjasama ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujar H. Djafar Harun H.
Sementara itu, Momy A. Hunowu, M.Si, menyampaikan harapannya bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran agama serta sosial. “Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial akademisi dalam mengabdi kepada masyarakat. Kami berharap dapat terus melaksanakan kegiatan serupa di masa depan untuk membantu masyarakat dalam memahami agama dan sosial secara lebih baik,” kata Momy.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Ketua Program Studi Sosiologi Agama dan dua mahasiswanya ini tidak hanya memberikan materi pendidikan agama Islam, tetapi juga memberikan ruang untuk diskusi dan tanya jawab antara akademisi Sosiologi Agama dengan para santri dan wali santri. Diskusi tersebut membuka ruang untuk memahami persoalan agama dan sosial yang dihadapi oleh masyarakat setempat.
Dalam kegiatan ini, Momy A. Hunowu, M.Si, menjadi pemateri pada kegiatan rapat pengurus Yayasan dengan wali santri. Momy banyak memberikan masukan-masukan penting bagi pengembangan lembaga pendidikan tersebut. Selain itu, mahasiswa Sosiologi Agama memberikan materi belajar al-Qur’an di tempat terbuka sehingga memberikan nuansa yang berbeda bagi para santri di pondok pesantren tersebut.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Prodi Sosiologi Agama ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat, termasuk dari para santri dan wali santri di pondok pesantren. Hal ini menunjukkan komitmen dan keberhasilan dari perjanjian kerjasama antara Prodi Sosiologi Agama dengan Yayasan Pendidikan Islam Abu Harun dalam memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Dalam rencana ke depannya, Prodi Sosiologi Agama berencana untuk terus melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah sekitar setiap pekan secara bergantian antara dosen dan mahasiswa. Kegiatan tersebut akan melibatkan para santri dan wali santri di pondok pesantren serta masyarakat setempat. Dengan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan, Prodi Sosiologi Agama berharap dapat memberikan kontribusi positif yang lebih besar bagi masyarakat dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran agama serta sosial. (AKF)
Tumbuhkan Kesadaran Keadilan Gender, Tim Sosiologi Agama Turun Ke Desa
Tumbuhkan Kesadaran Keadilan Gender,Tim Sosiologi Agama Turun Ke Desa
Pada tanggal 9 Maret 2019, Program Studi Sosiologi Agama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo melakukan pengabdian masyarakat di Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan penyuluhan mengenai kesadaran keadilan gender di masyarakat desa Molalahu.
Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh dosen Sosiologi Agama, Momy A. Hunowu, M.Si, bersama beberapa mahasiswa. Mereka membagikan informasi dan pengetahuan mengenai kesetaraan gender dan memberikan tips praktis mengenai cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyuluhan ini, para mahasiswa dan dosen Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo mengajak para peserta untuk membuka pikiran dan berpikir kritis mengenai peran gender dalam masyarakat. Mereka juga memberikan contoh-contoh kasus kekerasan terhadap perempuan dan memberikan solusi bagaimana cara mengatasi masalah tersebut.
Agista Mamonto, salah satu mahasiswa Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo yang turut dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa Molalahu. “Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya kesetaraan gender dan mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Agista.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat sambutan positif dari masyarakat desa Molalahu. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat diadakan secara berkala agar masyarakat dapat terus memperoleh pengetahuan dan informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. (AKF)

