Dekan FUD Sambut Baik Kuliah Pakar Yang Digelar Sosiologi Agama
Gorontalo, 17 September 2022 – Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo mengadakan kuliah pakar dengan tema Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial Berbasis Nilai-nilai Keislaman & Keindonesiaan pada Jumat (16/09). Kuliah tersebut dihadiri oleh mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas Ushuluddin & Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo. Ketua Prodi Sosiologi Agama Dr. Momy A Hunowu, MSI menyampaikan sambutan pembuka dalam acara tersebut. Ia menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di IAIN Sultan Amai Gorontalo. Dr. Momy A Hunowu mengatakan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan ilmu-ilmu sosial dan sangat penting untuk diperhatikan dalam konteks kehidupan sosial-politik di Indonesia saat ini. Selain itu, Dekan Fakultas Ushuluddin & Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Andries Kango, M.Ag juga memberikan sambutan dalam acara tersebut. Dr. Andries Kango menyatakan bahwa kegiatan kuliah pakar ini merupakan upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di IAIN Sultan Amai Gorontalo. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan agar mahasiswa dapat terus berinovasi dalam pengembangan ilmu-ilmu sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Kegiatan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari peserta dan para narasumber. Diharapkan kegiatan kuliah pakar ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu-ilmu sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan di Indonesia. Tema yang diangkat pada kuliah pakar tersebut adalah Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial Berbasis Nilai-nilai Keislaman & Keindonesiaan. Narasumber dalam kuliah pakar tersebut adalah Yusuf Rahman, MA, Ph.D selaku Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Yusuf Rahman menyampaikan materi tentang pengembangan ilmu-ilmu sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, yang merupakan hal yang sangat penting untuk dikembangkan dalam memperkuat jati diri bangsa Indonesia di era globalisasi. Selain itu, dalam acara tersebut juga terdapat moderator dari pihak penyelenggara, yakni Ahmad Khoirul Fata selaku Dosen Sosiologi Agama IAIN Gorontalo. Ahmad Khoirul Fata membantu memandu jalannya kuliah pakar dan juga memfasilitasi diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. (AKF)


“Saya sangat senang dapat berbagi pengalaman dan hasil penelitian saya kepada mahasiswa dan dosen di UIN Alauddin Makassar. Kondisi sosial budaya masyarakat perbatasan, terutama di Sangihe, sangat menarik untuk diteliti dan diungkapkan,” ujar Sunandar dalam kuliah tamu tersebut.