Kemiskinan masih menjadi masalah yang tak kunjung selesai di negeri ini. Padahal proyek dan program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat menghabiskan trilyunan rupiah. Perlu keterlibatan semua pihak untuk mengurai kemiskinan ini. Tak terkecuali Perguruan tinggi, dapat mengambil bagian, misalnya menghadirkan data yang valid berbasis data-data yang sudah tersedia.

Berkaitan dengan hal ini, Jurusan Sosiologi Agama merintis kerjasama dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo, sebagai salah satu instansi pemerintah yang memiliki data yang lengkap tentang kemiskinan di perkotaan. Naskah kerjasama yang baru saja ditandatangani ini langsung ditindaklanjuti dengan kegiatan observasi lapangan data kemiskinan dengan tema “Pemetaan Masyarakat Miskin Perkotaan”. Kegiatan ini diikuti oleh 52 mahasiswa SA , didampingi 2 dosen pengampu matakuliah Sosiologi Perkotaan; Nauval Ilmi, M.Si dan Moh. Thahir, MH. Kegiatan diawali dengan pembekalan di Aula Fakultas Ushuluddin dan Dakwah pada Selasa 29/10 dan pada Rabu 5/11 resmi dilepas oleh kepala Dinas Sosial Kota Gorontalo, di halaman Kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo.

Dalam sambutannya saat pelepasan mahasiswa menuju 8 kelurahan pada 8 kecamatan yang rentan kemiskinan, Kepala Dinas, Nixon Rachman, SH, MH, menyambut baik, “kegiatan observasi lapangan ini baru merupakan kegiatan pendahuluan yang akan ditindaklanjuti dengan kegiatan yang lebih besar. Kami di kantor Dinas Sosial selalu dibombardir dengan data-data kemiskinan, dan kami dituntut untuk melakukan verifikasi, tetapi kami kewalahan, Selama ini kami hanya memanfaatkan SDM di kelurahan, tetapi prosesnya sangat lambat. Melalui kerjasama dengan perguruan tinggi seperti ini, kami berharap data yang tersebar di 50 kelurahan dapat diverifikasi dengan memanfaatkan mahasiswa yang masih fresh”, Lanjut Kadis, “nanti tahun 2020 kita langsung action memverifikasi data di 50 kelurahan pada 8 kecamatan, tentu ini sangat bermanfaat bagi pemerintah kota dan provinsi dalam upaya melakukan program pemberdayaan agar tidak salah sasaran”. Pungkasnya.

Sebelumnya pada kesempatan yang sama, Kajur SA, Momy A. Hunowu, M.Si, menyabut gembira kerjasama ini; “kami di jurusan Sosiologi Agama sangat membutuhkan instrumen untuk penguatan kompetensi mahasiswa yang tidak bisa dilakukan di ruang-ruang kelas, dengan kerjasama ini, mahasiswa diberi ruang berinteraksi dengan pemerintah kelurahan dan masyarakat bawah, sehingga teori-teori yang didapatkan di ruang kelas dapat langsung diaplikasikan di lapangan”.

Lanjut Kajur, “Ini bukan hanya menjadi pengayaan keilmuan secara praktis tetapi juga dapat memberi penguatan kompetensi calon alumni Sosiologi Agama sebagai problem solver di masyarakat”. Harap Kajur yang sudah 2 tahun menakodai jurusan Sosiologi Agama ini.

Sebagai tindaklanjut kerjasama ini, tahun 2020, jurusan SA berencana akan mengintegrasikan program Kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dengan kegiatan PPL, sehingga mahasiswa benar-benar turun lapang selama sebulan penuh melakukan verifikasi data kemiskinan di 50 kelurahan di kota Gorontalo. Kegiatan ini mendapat dukungan Kantor dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, baik secara teknis maupun pembiayaan. (SA-01)

Mahasiswa Sosiologi Agama Petakan Kemiskinan Perkotaan

You May Also Like