Tuntaskan Asesmen Lapangan, Prodi Sosiologi Agama Yakin Naik Peringkat
Gorontalo, 21 Maret 2023

Prodi Sosiologi Agama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo telah melakukan asesmen lapangan akreditasi Prodi oleh BAN-PT pada 20-21 Maret 2023 secara daring. Tim asesor terdiri dari Prof. Inayah Rohmaniyah dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Dr. Masril dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Selama dua hari, tim asesor mengkonfirmasi borang akreditasi yang telah disubmit oleh Prodi Sosiologi Agama tahun lalu. Kelengkapan dokumen akan menentukan hasil akreditasi nantinya.
Ketua Prodi Sosiologi Agama, Dr. Momy A. Hunowu, M.Si, yakin prodinya akan naik peringkat dari baik ke baik sekali. Tapi untuk meraih unggul, Momy mengaku harus bekerja lebih keras lagi. “Sejak beberapa tahun lalu kami sudah menyiapkan diri. Tapi kan dalam akreditasi ini yang dinilai bukan cuma Prodi, tapi juga fakultas dan institut,” Jelasnya.

Prof Inayah menjelaskan, untuk menjadi unggul, semua elemen di kampus harus kompak dan bekerja keras menata lembaganya. Guru besar Sosiologi Agama UIN Yogyakarta ini mencontohkan, di kampusnya ketika ada satu prodi yang visitasi, maka semua pimpinan sejak dari rektor, warek, LPM, LP2M, dekan, wakil dekan, hingga kaprodi dan sekprodi di semua fakultas harus ikut hadir, minimal di pembukaan dan penutupan. Sedangkan Warek I dan LPM terus mendampingi tim akreditasi prodi sejak penyusunan borang hingga proses asesmen lapangan selesai.
“Di tengah kesibukannya, pak rektor itu selalu memantau jalannya asesemen. Sementara pak warek I, LPM, dekan, dan wadek I itu setiap saat berada di lokasi asesmen,” ujarnya.
Namun, Prof. Inayah mengaku heran ketika mengetahui dalam asesmen lapangan Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo ini hanya sedikit yang hadir. Khususnya saat penutupan hanya dihadiri 17 orang, itu pun hanya dari lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah saja. Pihak rektorat dan LPM tidak ada yang hadir.
“Di UIN Yogyakarta, kalau ada asesmen lapangan, yang hadir itu bisa ratusan. Karena di kami ditanamkan kesadaran bahwa kampus itu satu keluarga. Susah, senang, capek, sakit, bahagia harus dirasakan semua pihak. Kalau ada satu yang lagi susah, yang lain juga ikut merasakan,” tegas Prof. Inayah.

Hal serupa juga dinyatakan Dr. Masril. Dia menceritakan, Rektor UIN Batusangkar rela membatalkan perjalanan dinas demi mengikuti asesmen lapangan Prodi di kampusnya. “Karena memang akreditasi itu bukan semata tugasnya prodi saja, tapi juga tugas rektor dan warek-warek, LPM, LP2M, dekan, wakil dekan hingga prodi,” ujarnya.

Dr. Masril menjelaskan, dalam borang akreditasi bagian yang berkaitan dengan prodi hanya satu pertiga saja. Selebihnya merupakan bagian institut dan fakultas.
“Jangan berharap unggul kalau yang bekerja hanya prodi saja. Boleh jadi Prodi sudah bagus. Tapi kalau yang di atas kurang bagus ya hasilnya gak maksimal,” ungkap Dr. Masril. (ABCDE)