Nikah Beda Agama Berpotensi Menciptakan Konflik Rumah Tangga

Nikah Beda Agama Berpotensi Menciptakan Konflik Rumah Tangga

Gorontalo – 1 Februari 2022.

Nikah beda agama masih menjadi topik yang kontroversial di masyarakat. Berbagai pendapat pro dan kontra masih sering terdengar terkait dengan hal ini. Lalu, apa sebenarnya yang menjadi sebab-sebab seseorang memilih untuk menikah dengan pasangan dari agama yang berbeda? Untuk membahas ini Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo Bersama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman, Bogor, menggelar webinar bertema “Nikah Beda Agama Perspektif Agama dan Sosial” pada Senin (31/01/2022).

Dalam webinar tersebut yang bertindak sebagai pemateri adalah Donald Qomaidiansyah Tungkagi MA (Dosen) dan seorang mahasiswa SA, Zulkifli Datu. Sementara dari STAI Nurul Iman Bogor yang menjadi pemateri adalah Dr. Abdul Azis dan Dr. Ali Mutakin.

Menyampaikan materi tentang fenomena nikah beda agama di kalangan anak muda, Zulkifli Datu menyatakan bahwa salah satu sebab utama yang membuat seseorang memilih untuk menikah beda agama adalah karena faktor cinta. Hal ini terjadi ketika dua orang jatuh cinta tanpa memandang perbedaan agama yang mereka miliki. Dalam hal ini, mereka memilih untuk mengikuti keinginan hati mereka dan tidak mempermasalahkan perbedaan agama yang mereka miliki.

“Cinta itu buta dan cinta mengatasi perbedaan menjadi pegangan mereka,” ujar Zulkifli Datu.

Sementara itu Donald Qomaidiansyah Tungkagi, MA menjelaskan, meski terdapat fenomena nikah beda agama, namun masih banyak masyarakat yang menolaknya. Penolakan itu didasarkan pada keyakinan yang berbeda. “Mereka merasa bahwa perbedaan agama dapat menjadi penghambat dalam membangun hubungan yang harmonis,” jelas Donald.

Lebih lanjut Donald menjelaskan, konflik yang muncul dari perbedaan agama dan kepercayaan bisa menjadi sangat kompleks dan memakan waktu untuk diselesaikan. Kondisi ini dapat mempengaruhi kebahagiaan dan kesejahteraan pasangan, terutama jika mereka tidak memiliki pendekatan yang sama dalam menghadapi masalah ini. (AKF)

Sosiologi Agama Gelar Webinar Pernikahan Beda Agama

Sosiologi Agama Gelar Webinar Pernikahan Beda Agama

 

Gorontalo, 1 Februari 2022

Prodi Sosiologi Agama (SA), IAIN Sultan Amai Gorontalo, bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman, Parung, Bogor, menggelar webinar nasional bertema “Nikah Beda Agama dalam Perspektif Agama & Sosial” pada Senin (31/01/2022). “Tema ini diambil karena dilatarbelakangi oleh maraknya isu pernikahan antar agama akhir-akhir ini,” ujar Ketua Prodi Sosiologi Agama, Momy A. Hunowu, M.Si dalam sambutannya.

Lebih lanjut dijelaskan, secara agama jelas wanita muslimah haram menikah dengan pria yang beragama lain, namun pada kenyataannya ada banyak orang yang tetap melakukannya. “Kita ingat dulu ada Jamal Mirdad, ada juga Dedi Corbuzer. Dan saat ini beberapa orang menuntut pengesahan nikah beda agama,” ujarnya.

Sementara itu, saat membuka webinar Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Dr. Andries Kango, M.Ag menyatakan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan webinar tersebut. Dikatakan, FUD telah melakukan MoU dengan pimpinan STAI Nurul Iman Bogor dan kemudian ditindaklanjuti oleh Prodi Sosiologi Agama (SA) IAIN Sultan Amai Gorontalo Bersama Prodi Ahwalus Syahsyiyah STAINI dengan membuat webinar nasional tentang pernikahan antar agama.

“Dua prodi yang berbeda bidang keilmuan bekerjasama membahas satu isu, yaitu pernikahan beda agama. Ini bisa memperkaya perspektif kita tentang tema ini. Akademisi STAINI membahas aspek hukum Islam. Sementara dari SA membahas dari aspek sosial budaya. Ini sangat menarik,” jelas Dekan FUD tersebut.

Dalam webinar bertema “Nikah Beda Agama dalam Perspektif Agama dan Sosial” itu, pihak STAINI menghadirkan Dr. Abdul Azis dan Dr. Ali Mutakin yang mengkaji tema tersebut dari aspek agama. Sementara Prodi Sosiologi Agama menugaskan Donald Qomaidiansyah Tungkagi, MA dan Zulkifli Datu yang membahas aspek sosial dan budaya. Donald Qomaidiansyah merupakan dosen Prodi SA dan Zulkifli Datu adalah mahasiswa Sosiologi Agama. (AKF)

Prihatin Kerusakan Lingkungan, Akademisi Sosiologi Agama Ajak Umat Islam Menjalin Hablun Minal Alam

Prihatin Kerusakan Lingkungan, Akademisi Sosiologi Agama Ajak Umat Islam Menjalin Hablun Minal Alam

 

 

Gorontalo – 17 April  2021- Dosen Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo, Ahmad Khoirul Fata, menjadi pemateri pada acara Tadarus Ilmiah Ramadhan 2021 seri ke 7 pada Jum’at 16 April 2021 secara online. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan materi bertema “Ekoteologi: Jihad Pelestarian Lingkungan”.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Penikmat Buku Indonesia (KPBI) Semarang dan Forum Doktor Indonesia (FDI) bekerjasama dengan beberapa kampus di Indonesia, termasuk Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo. Dalam sambutannya, ketua KPBI Dr. Ahmad Mujib yang juga menjadi moderator seri ke 7 menyatakan pentingnya tema tentang lingkungan hidup mengingat kerusakan alam yang semakin parah dan fenomena pemanasan global.

Dalam pemaparannya, Ahmad Khoirul Fata menyampaikan fakta-fakta tentang kerusakan ekologi yang mengancam manusia. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya karena belum banyak tokoh agama yang peduli pada hal tersebut. Di akhir pemaparannya, Fata menyebut umat Islam harus membangun hubungan baik di tiga aspek: kepada Tuhan (hablun minallah), kepada sesama manusia (hablun minannas), dan kepada lingkungan hidup (hablun min al-alam).

Acara Tadarus Ilmiah Ramadhan 2021 seri ke 7 ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua KPBI Dr. Ahmad Mujib menyampaikan terima kasih atas partisipasi peserta dalam kegiatan ini. Ia berharap acara ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup dan bagaimana umat Islam dapat terlibat dalam upaya pelestariannya. (MAH)

Dosen Sosiologi Agama Jadi Pemateri Penulisan Karya Ilmiah Di Kampus Bogor

Dosen Sosiologi Agama Jadi Pemateri Penulisan Karya Ilmiah Di Kampus Bogor

Gorontalo – 19 Februari 2021

Dosen Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Ahmad Khoirul Fata, diundang oleh STAI Nurul Iman Bogor untuk menjadi pemateri pada Workshop Penulisan Artikel & Publikasi Pada Jurnal Berupatasi secara online pada Sabtu, 20 Februari 2021. Dalam acara tersebut, Dr. Ahmad Khoirul Fata berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang penulisan artikel ilmiah dan publikasi jurnal berupatasi kepada peserta yang hadir.

Dr. Ahmad Khoirul Fata adalah seorang pakar dalam bidang studi Islam yang telah menghasilkan banyak karya ilmiah di bidangnya. Oleh karena itu, kehadirannya sebagai pemateri dalam workshop ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta yang ingin mengembangkan kemampuan menulis artikel ilmiah dan publikasi jurnal berupatasi.

Selain itu, Wakil Ketua I STAI Nurul Iman Bogor, Dr. Ali Mutakin, juga memberikan ucapan terimakasih atas kehadiran Dr. Ahmad Khoirul Fata dalam acara tersebut. Ia berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi wadah yang bermanfaat bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan menulis artikel ilmiah dan publikasi jurnal berupatasi.

Dalam ucapan terimakasihnya, Dr. Ali Mutakin juga menegaskan pentingnya penulisan artikel ilmiah dan publikasi jurnal berupatasi dalam pengembangan akademik dan profesionalisme para akademisi dan peneliti. Ia mengapresiasi kehadiran Dr. Ahmad Khoirul Fata yang telah memberikan ilmu dan pengalaman berharga bagi peserta workshop.

Dalam kesempatan ini, para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi dengan Dr. Ahmad Khoirul Fata terkait topik yang telah dibahas. Acara berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi peserta dalam mengembangkan kemampuan menulis artikel ilmiah dan publikasi jurnal berupatasi. (AA)

 

Buku Karya Dosen Sosiologi Agama Dibedah

Buku Karya Dosen Sosiologi Agama Dibedah

 

Gorontalo, 1 Februari 2021 – Program Studi Sosiologi Agama IAIN Gorontalo bekerja sama dengan Komunitas Penikmat Buku Indonesia (KPBI) Semarang mengadakan acara bedah buku yang membahas pemikiran politik Hamka karya Ahmad Khoirul Fata pada Ahad (31/1/2021) secara online. Ahmad Khoirul Fata merupakan dosen Prodi Sosiologi Agama yang baru saja menyelesaikan studi doktoral di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk memperkenalkan pemikiran politik dari Hamka yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas, khususnya para mahasiswa dan akademisi. Buku itu membahas pemikiran politik Hamka dalam konteks sejarah dan perkembangan politik Indonesia. Dalam kegiatan tersebut Ahmad Khoirul Fata bertindak sebagai pemateri tunggal.

Ketua Program Studi Sosiologi Agama IAIN Gorontalo, Momy A. Hunowu, M.Si, menyampaikan bahwa pemikiran politik Hamka merupakan salah satu kontribusi penting bagi perkembangan pemikiran politik di Indonesia. “Karya-karya Hamka memiliki nilai historis yang sangat penting untuk memahami perkembangan politik di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, ketua Komunitas Penikmat Buku Indonesia (KPBI) Gorontalo, Dr. Ahmad Mujib, mengatakan bahwa acara bedah buku ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat terhadap karya-karya Hamka. “Kita ingin memperkenalkan karya-karya Hamka kepada masyarakat luas dan membuka ruang diskusi tentang pemikiran politiknya,” ungkapnya.

Acara bedah buku itu berlangsung selama dua jam dan membahas berbagai aspek pemikiran politik Hamka, mulai dari konsep Islam dan nasionalisme hingga konsep demokrasi Takwa. Acara bedah buku ini diakhiri dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pembicara yang diharapkan dapat membuka wawasan dan memperkaya pengetahuan para peserta tentang pemikiran politik Hamka. (AA)

 

Dekan FUD Bangga Dosen Sosiologi Agama Presentasi di Spanyol

Dekan FUD Bangga  Dosen Sosiologi Agama Presentasi di Spanyol

Gorontalo, 28 Juli 2018

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Mashadi, M.Ag, memberikan apresiasi dan bangga atas prestasi yang telah diraih oleh Dr. Muh. Obie, M.Hum. Ia menyatakan, prestasi tersebut merupakan bukti nyata bahwa para dosen di IAIN Sultan Amai Gorontalo memiliki kemampuan dan kompetensi yang mumpuni dalam bidang penelitian.

“Kami merasa sangat bangga atas prestasi yang telah diraih oleh Dr. Muh. Obie, M.Hum dalam konferensi internasional di University of Granada, Spanyol. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa para dosen di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah memiliki kemampuan dan kompetensi yang sangat baik dalam bidang penelitian,” ujar Dr. Mashadi.

Ia juga menyatakan bahwa keberhasilan Dr. Obie tersebut memberikan motivasi bagi para dosen dan mahasiswa untuk lebih giat dan konsisten dalam mengejar prestasi akademik. Ia berharap agar keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh civitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk terus berprestasi dan menghasilkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Dr. Muh. Obie, M.Hum, mempresentasikan hasil penelitiannya di University of Granada, Spanyol pada tanggal 25-27 Juli 2018. Dalam konferensi internasional tersebut, Dr. Obie mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Loss of Citizenship and Ethnic Identity of the Bajo Tribe”, yang berfokus pada pudarnya identitas dan kekhasan Suku Bajo. (AKF)

Membanggakan, Dosen Prodi. Sosiologi Agama Presentasi di Spanyol

Membanggakan, Dosen Prodi. Sosiologi Agama Presentasi di Spanyol

Dosen Program Studi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Muh. Obie, M.Hum, mempresentasikan hasil penelitiannya di University of Granada, Spanyol pada tanggal 25-27 Juli 2018. Dalam konferensi internasional tersebut, Dr. Obie mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Loss of Citizenship and Ethnic Identity of the Bajo Tribe”, yang berfokus pada pudarnya identitas dan kekhasan Suku Bajo.

Dr. Obie dikenal sebagai seorang dosen yang aktif melakukan penelitian terhadap Suku Bajo dan Suku Muna. Selain itu, ia juga sangat produktif dalam melahirkan tulisan-tulisan ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional. Di Prodi Sosiologi Agama, Dr. Obie membina beberapa matakuliah, di antaranya adalah Sosiologi Pedesaan dan Pesisir.

Dr. Obie menyatakan rasa syukurnya karena dapat berpartisipasi dalam konferensi internasional tersebut. Ia berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat terus diadakan agar para dosen Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo dapat bertemu dengan komunitas ilmiah di luar negeri dan dapat memperluas pengetahuan dan wawasan mereka. “Saya berharap rekan-rekan dosen Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo juga diberi kesempatan yang sama untuk mengikuti kegiatan internasional dan dapat memperluas pengetahuan mereka,” ujarnya.

Dengan keberhasilan Dr. Obie dalam presentasi penelitiannya di University of Granada, Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo semakin dikenal sebagai salah satu prodi yang memiliki dosen yang berkualitas dan produktif dalam bidang penelitian. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi prodi serta menjadi motivasi bagi para mahasiswa untuk lebih bersemangat dalam belajar dan mengejar prestasi akademik. (AKF)