Paisal Usman, S.Sos

Paisal Usman, mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama di IAIN Sultan Amai Gorontalo dengan NIM 163082055 berhasil menuntaskan ujian akhir sarjana pada 5 Februari 2021. Skripsinya berjudul  “STRATEGI PEWARISAN TRADISI DIKILI DI KALANGAN GENERASI MILENIAL” berhasil dipertahankan di depan tim penguji yang terdiri dari Dr. Ilyas Daud,M.S.I; Momy A. Hunowu, S.Ag, M.Si; adapun merangkap penguji sekaligus pembimbing 1 dan 2 masing-masing adalah Dr. Mashadi, S.Ag, M.Si dan Ferlin Anwar,M.Fil.I.

Andika Eka Putra Ahmad, S.Sos

Andika Eka Putra Ahmad, mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama di IAIN Sultan Amai Gorontalo dengan NIM 163082020 berhasil menuntaskan ujian akhir sarjana pada 14 Januari 2021. Skripsinya berjudul  “MARRIED BY ACCIDENT: STUDI KASUS DI DESA BAKIDA, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN” berhasil dipertahankan di depan tim penguji yang terdiri dari Indra Dewi Sery Yusuf S.Ag, M.Pd; Dr. Andries Kango, M.Ag; merangkap penguji sekaligus pembimbing 1 dan 2 masing-masing adalah Dr. Kamaruddin Mustamin, M.Fil.I dan Naufal Ilma, S.Sos, M.Si.

Dosen Sosiologi Agama Jadi Pemateri Penulisan Karya Ilmiah Di Kampus Bogor

Dosen Sosiologi Agama Jadi Pemateri Penulisan Karya Ilmiah Di Kampus Bogor

Gorontalo – 19 Februari 2021

Dosen Prodi Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Ahmad Khoirul Fata, diundang oleh STAI Nurul Iman Bogor untuk menjadi pemateri pada Workshop Penulisan Artikel & Publikasi Pada Jurnal Berupatasi secara online pada Sabtu, 20 Februari 2021. Dalam acara tersebut, Dr. Ahmad Khoirul Fata berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang penulisan artikel ilmiah dan publikasi jurnal berupatasi kepada peserta yang hadir.

Dr. Ahmad Khoirul Fata adalah seorang pakar dalam bidang studi Islam yang telah menghasilkan banyak karya ilmiah di bidangnya. Oleh karena itu, kehadirannya sebagai pemateri dalam workshop ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta yang ingin mengembangkan kemampuan menulis artikel ilmiah dan publikasi jurnal berupatasi.

Selain itu, Wakil Ketua I STAI Nurul Iman Bogor, Dr. Ali Mutakin, juga memberikan ucapan terimakasih atas kehadiran Dr. Ahmad Khoirul Fata dalam acara tersebut. Ia berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi wadah yang bermanfaat bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan menulis artikel ilmiah dan publikasi jurnal berupatasi.

Dalam ucapan terimakasihnya, Dr. Ali Mutakin juga menegaskan pentingnya penulisan artikel ilmiah dan publikasi jurnal berupatasi dalam pengembangan akademik dan profesionalisme para akademisi dan peneliti. Ia mengapresiasi kehadiran Dr. Ahmad Khoirul Fata yang telah memberikan ilmu dan pengalaman berharga bagi peserta workshop.

Dalam kesempatan ini, para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi dengan Dr. Ahmad Khoirul Fata terkait topik yang telah dibahas. Acara berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi peserta dalam mengembangkan kemampuan menulis artikel ilmiah dan publikasi jurnal berupatasi. (AA)

 

Marawat Optimisme di Tengah Pandemi

Oleh: Aluiya S. Kiman

Alumni Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo

Sejak kemunculannya, virus Corona (Covid-19) ini ditanggapi beragam respons di masyarakat, khususnya Indonesia. Sebagian mulai berhati-hati dengan menerapkan pola hidup sehat, tetapi lebih banyak yang tidak peduli dan terkesan meremehkan; bahkan menjadikan virus ini sebagai bahan candaan. Bukan hanya masyarakat biasa, pejabat-pejabat pun banyak yang meremehkan keberadaan virus ini dan tidak melakukan persiapan maupun antisipasi munculnya wabah ini. Bahkan ketika Covid-19 mulai menyebar dengan cepat ke berbagai daerah dan beberapa negara telah menutup akses keluar masuk, pemerintah dan warga masih terkesan santai dan kurang melakukan tidakan pencegahan terhadap virus ini.

Sebenarnya, orang-orang yang bersikap masa bodoh atau tidak peduli dengan kemunculan virus Corona jumlahnya lebih sedikit daripada orang yang peduli dengan pencegahan virus ini. Tetapi,  ketidakpedulian mereka itulah yang kemudian mempercepat penyebaran virus. Orang-orang dalam kelompok ini biasanya adalah orang-orang yang merasa dirinya kebal dan menganggap bahwa sains tidak sepenuhnya benar.

Ketidakpastian, kebingungan, dan keadaan darurat yang diakibatkan oleh virus Corona dapat menjadi problem bagi banyak orang. Ketidakpastian dalam mengetahui kapan wabah akan berakhir membuat banyak pihak terutama golongan menengah ke bawah bingung dan cemas memikirkan nasib mereka. Untuk mengurangi kecemasan di masyarakat, sudah sepatutnya kita melakukan berbagai hal untuk terus merawat optimisme masyarakat di tengah pandemi ini. Masyarakat yang masih mampu mencukupi kebutuhan hidupnya banyak yang meningkatkan kepeduliannya dengan berkontribusi untuk membantu mereka yang kurang mampu dengan cara melakukan penggalangan dana, melakukan donasi dan lain sebagainya, guna memperkuat rasa kepedulian antar sesama warga masyarakat indonesia. Serta yang terpenting adalah mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan sebagai bentuk pertahanan diri sendiri dalam hal menjaga kesehatan. (***)

Merenungi Kebebasan Kita

Oleh: Donald Q. Tungkagi, M.A

Pernahkah kita bertanya mengapa Tuhan mengizinkan kita berbuat dosa? Dalam perenungan acapkali kita terkejut saat sadar Tuhan sendiri yang menciptakan setan. Bahkan ketika setan menolak mengikuti perintah Tuhan untuk menghormati Adam, toh Tuhan juga yang memberi izin setan sampai hari akhir untuk menggoda kita. Jika direnungi, setan sebenarnya membuktikan bahwa manusia tidak seperti malaikat yang tak memiliki kehendak bebas. Keberhasilan setan menggoda Adam dan Hawa menjadi bukti bahwa dalam diri manusia terhadap dua pilihan jalan, keburukan dan kebaikan. “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS, asy-Syams: 8-10).

Kebebasan adalah sebuah anugerah Tuhan kepada manusia. Menjawab pertanyaan mengapa manusia dikaruniai kebebasan itu, membutuhkan permenungan dan kertas tak berbatas untuk menyingkapnya. Cukuplah dikatakan bahwa alasan tentang kebebasan ini tak lain adalah realisasi dari status manusia sebagai wakil Tuhan di muka bumi (Khalîfah fil ardhi). Kebebasan adalah esensial bagi kreatifitas dan evolusi spiritual kita. Kalau kita tidak diberi kebebasan, kita akan mengikuti jalan yang tak terhindari yang dibimbing oleh naluri kebinatangan. Kalau kita tidak mempunyai keragu-raguan, kita akan tetap berada dalam posisi kita sebagai hewan tak berakal, laksana semut, kerbau, kambing dan monyet.

Kehendak bebas dan kebebasan memilih yang disertai dengan kelemahan, kebingungan, dan perhatian sebagaimana adanya, akan menggugah kita untuk berkonsentrasi, berpikir, memutuskan dan bergerak. Dengan demikian kesemuanya itu adalah sarana dari evolusi dan kemajuan yang luar biasa yang dimiliki oleh manusia, jika dibandingkan dengan binatang. Akal, persepsi, kehendak, dan moralitas adalah akibat dari kehendak bebas dan kebebasan. Kebebasan adalah hadiah Tuhan kepada khalifah-Nya di muka bumi, manusia. Siapapun yang tidak menggunakan kebebasan, ia salah karena pengkhianatannya yang terbesar terhadap penciptaan. (***)

Buku Karya Dosen Sosiologi Agama Dibedah

Buku Karya Dosen Sosiologi Agama Dibedah

 

Gorontalo, 1 Februari 2021 – Program Studi Sosiologi Agama IAIN Gorontalo bekerja sama dengan Komunitas Penikmat Buku Indonesia (KPBI) Semarang mengadakan acara bedah buku yang membahas pemikiran politik Hamka karya Ahmad Khoirul Fata pada Ahad (31/1/2021) secara online. Ahmad Khoirul Fata merupakan dosen Prodi Sosiologi Agama yang baru saja menyelesaikan studi doktoral di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk memperkenalkan pemikiran politik dari Hamka yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas, khususnya para mahasiswa dan akademisi. Buku itu membahas pemikiran politik Hamka dalam konteks sejarah dan perkembangan politik Indonesia. Dalam kegiatan tersebut Ahmad Khoirul Fata bertindak sebagai pemateri tunggal.

Ketua Program Studi Sosiologi Agama IAIN Gorontalo, Momy A. Hunowu, M.Si, menyampaikan bahwa pemikiran politik Hamka merupakan salah satu kontribusi penting bagi perkembangan pemikiran politik di Indonesia. “Karya-karya Hamka memiliki nilai historis yang sangat penting untuk memahami perkembangan politik di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, ketua Komunitas Penikmat Buku Indonesia (KPBI) Gorontalo, Dr. Ahmad Mujib, mengatakan bahwa acara bedah buku ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat terhadap karya-karya Hamka. “Kita ingin memperkenalkan karya-karya Hamka kepada masyarakat luas dan membuka ruang diskusi tentang pemikiran politiknya,” ungkapnya.

Acara bedah buku itu berlangsung selama dua jam dan membahas berbagai aspek pemikiran politik Hamka, mulai dari konsep Islam dan nasionalisme hingga konsep demokrasi Takwa. Acara bedah buku ini diakhiri dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pembicara yang diharapkan dapat membuka wawasan dan memperkaya pengetahuan para peserta tentang pemikiran politik Hamka. (AA)